Komentar-Alfred-Riedl-Usai-Lihat-Aksi-Evan-Dimas-dan-Maldini-Pali

Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior Alfred Riedhl masih merahasiakan apakah dua punggawa tim nasional Indonesia U-19 yang bergabung dengan tim Merah-Putih termasuk dalam 30 daftar nama skuat Garuda, julukan tim nasional Indonesia Senior yang bakal disetorkan ke AFF pekan depan.

Kapten Tim Garuda Jaya, Evan Dimas Darmono dan Maldini Pali bergabung dengan tim Merah-Putih, Kamis (16/10/2014) malam. Kedua punggawa skuat asuhan Pelatih Indra Sjafri ini dipanggil timnas senior karena dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan permainan di posisinya.

“Evan Dimas dan Maldini nanti ditentukan minggu depan,” ujar Alfred Riedl saat ditanya peluang kedua punggawa Garuda Jaya saat latihan di Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (18/10/2014).

Alfred Riedl hanya melihat penampilan Evan dan Maldini sekali pada latihan Jumat (17/10/2014) pagi. Sedangkan di latihan terakhir, Sabtu (18/10/2014), pelatih asal Swedia ini hanya berada di lapangan sekitar 10 menit.

Setelah melakukan briefing bersama asisten pelatih Wolfgang Pikal dan Widodo C Putera, Riedl pun keluar lapangan setelah menyapa skuat Merah-Putih.

Latihan terakhir yang dimulai pukul 07.55 WIB ini diikuti oleh sembilan pemain, tujuh pemain lapangan dan dua penjaga gawang. Evan Dimas Darmono terlihat di lapangan tanpa ditemani rekannya Maldini Pali.

Maldini absen di latihan terakhir itu karena terbentur dengan jadwal penerbangan pulang ke kampung halamannya di Makassar, setelah selesai menjalani laga Piala Asia U-19, 2014 di Myanmar. Maldini mendapat tiket pesawat penerbangan, Sabtu (18/10/2014) pukul 11. 20 WIB.

“Dia (Maldini) harus kembali dengan penerbangan pagi. Jadi tidak bergabung latihan pagi ini,” ujar Riedl.

Latihan terakhir dipimpin oleh asisten pelatih Wolfgang Pikal dan Widodo C Putra. (Tribunnews)

Timnas-U-19-Tidak-Fokus

Mantan pelatih PSM Makassar yang saat ini menjabat sebagai Penasehat Teknis Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Rudy Keltjes mengatakan, kegagalan Timnas U-19 di Piala Asia 2014 karena kurang fokus saat bertanding.

Menurut Rudy, tim pelatih dan official sudah berusaha dengan sangat baik namun tidak ditunjang oleh penampilan seluruh pemain. “Menurut saya, kegagalan kemarin, karena anak-anak tidak tampil dengan fokus dan disiplin. Itu mungkin disebabkan kejenuhan dari persiapan panjang sebelum Piala Asia 2014 digelar,” kata Rudy kepada Super Ball, Sabtu (18/10/2014).

Dua hal itu membuat seluruh instruksi dari pelatih berupa strategi yang diberikan saat latihan tidak dijalankan dengan baik saat menjalani laga di Piala Asia 2014 kemarin. Bahkan pemain kerap bermain dengan cara sendiri.

“Kalau soal skill, pemain kita tidak kalah dengan tim lain di Piala Asia 2014. Tim pelatih sudah memberikan instruksi yang benar, tetapi pemain saja yang tidak menjalankannya dengan baik,” ucap Rudy.

Yang membuat Rudy prihatin adalah meski menuai kekalahan, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa tertawa dengan lepas. Seolah-olah tidak ada masalah apa-apa.

“Seharusnya sebagai pemain yang membawa nama bangsa, kekalahan dijadikan bahan evaluasi. Pemain juga seharusnya menunjukan sikap prihatin dan menjadikan kekalahan itu sebagai bahan perbaikan diri di laga selanjutnya,” tutur Rudy.

Rudy menambahkan, pemain Timnas U-19, semestinya sadar diri bahwa sedang membawa nama bangsa di perhelatan internasional itu. Dengan demikian tumbuh tanggung jawab terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga akan berusaha dengan keras untuk memenangkan setiap pertandingan.

“Saya kan pernah main di timnas juga. Seharusnya seluruh pemain tampil habis-habisan dan total. Kalau perlu berdarah-darah demi nama bangsa. Jangan justru mengedepankan kepentingan pribadi,” jelas Rudy. (Tribunnews)

Addison-Diragukan-Tampil-Lawan-Semen-Padang

Persela Lamongan sejatinya tak memiliki kendala dalam masa persiapan menuju putaran kedua babak delapan besar. Hanya saja, menjelang laga lawan Semen Padang, kondisi striker utama Addison Alves justru meragukan.

Pelatih Persela Lamongan, Eduard Tjong tak bisa menjamin apakah penyerang asal Brasil tersebut bisa main pada pertandingan lawan Semen Padang, Selasa (21/10) besok malam di Stadion Surajaya.

“Dia ada sedikit masalah di pinggang. Sehingga Addison belum bisa ikut latihan. Kami akan terus memantau kondisinya,” ujar pelatih yang akrab disapa Edu ini. Edu sangat berharap akan kesembuhan Addison.

Sebab mantan pemain yang sempat menjalani trial di Mitra Kukar ini sangat kokoh di lini depan. Duetnya bersama Srdan Lopicic terbukti ampuh untuk mendobrak pertahanan lawan. Hanya saja gol-gol Addison belum mampu mengantarkan kemenangan untuk Persela. (faw/pra)

Arema-Cronus-Berbekal-Keyakinan

Menghadapi Persipura Jayapura di laga perdana putaran kedua babak delapan besar ISL, di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (21/10), Arema Cronus berbekal keyakinan bisa menang.

Dengan kondisi tim yang tidak full team, Arema tetap yakin bisa meraih poin di Papua.

Beberapa pilar kondisinya belum seratus persen pulih. Samsul Arif, Juan Revi, dan Purwaka Yudi, meskipun ikut ke Papua, namun masih berkutat pada cedera. Bahkan kapten tim, Ahmad Bustomi dipastikan absen karena cedera.

Meski demikian, tim berjuluk Singo Edan tersebut, tetap optimistis bisa meraih kemenangan di Papua.

Iwan Budianto, CEO Arema mengakui jika timnya datang ke Jayapura dengan kondisi yang kurang bagus.

“Kami datang ke Papua dengan modal yang tidak terlalu bagus dari segi kebugaran tim,” kata Iwan.

Selain tiga pemain tersebut, tim kebanggan Malang Raya itu juga dilanda kelelahan usai menjalani perjalanan panjang dari Malang menuju Jayapura.

Meski demikian, Iwan yakin timnya bisa meraih poin di Papua. Apalagi sebelum berangkat ke Papua, Arema bermodalkan kemenangan meyakinkan, 3-0 atas Persipura, di pertandingan sebelumnya.

“Kemenangan itu menjadi modal bagus bagi kami. Bisa meningkatkan mental pemain,” kata Iwan.

Melawan Persipura merupakan pertandingan penting. Jika bisa meraih tiga poin, peluang Arema lolos ke semifinal ISL kian besar. Saat ini Arema berada di peringkat pertama grup K dengan mengemas tujuh poin.

rediksi-Persib-vs-Persebaya

Jadwal 8 besar ISL 2014 putaran kedua bakal kembali mempertemukan Persib vs Persebaya. Kali ini, giliran Persib Bandung yang menjadi tuan rumah bagi Persebaya Surabaya. Inilah prediksi pertandingan Persebaya vs Persib yang rencananya akan ditayangkan live RCTI pada 22 Oktober 2014 mulai pukul 15.30 WIB langsung dari Stadion Si Jalak Harupat Bandung.

Menjamu Persebaya, tim Maung Bandung punya modal berharga setelah meraih hasil imbang 1-1 di Surabaya. Pelatih Persib, Jajang Nurjaman, mengaku sudah memiliki resep jitu untuk mengkandaskan pasukan Bajul Ijo di kota kembang.

“Pasti ada yang dipelajari (dari pertemuan pertama di Surabaya). Kita sudah tidak meraba-raba lagi, kita sudah tahu kekuatannya. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kita agak-agak meraba-raba,” beber Jajang Nurjaman di Bandung beberapa waktu lalu.

”Tapi setelah pertandingan kemarin kita jadi tahu di mana kelebihannya Persebaya dan kita akan coba antisipasi itu dengan persiapan yang kita lakukan di lapangan,” tandas pelatih asli Jawa Barat ini.

Sementara itu, pelatih Persebaya Surabaya, Rahmad Darmawan (RD), agak dipusingkan dengan absennya sejumlah pemain pilarnya karena cedera. Eks pelatih Timnas Indonesia U23 itu pun mau tidak mau harus melakukan perubahan strategi dengan harapan bisa mencuri poin dari kandang Persib.

“Mungkin taktik bermain (mengalami perubahan). Kemungkinan pemain mereka juga banyak yang baru karena kemarin banyak yang tidak fit. Jadi kita harus berubah taktik bermain. Namun cara main enggak berubah,” ujar Rahmad Darmawan.

Selanjutnya-Apa-Garuda-Muda
Tersingkir dari Piala Asia U-19 bukanlah akhir dunia buat timnas Indonesia U-19 dan para pemainnya. Masih ada masa depan panjang dan harapan untuk berprestasi di masa mendatang, tapi dengan berbagai catatan.

Timnas U-19 tak mampu memenuhi ekspektasi publik sepakbola Indonesia, yang berharap mereka lolos ke semifinal agar bisa tampil di Piala Dunia U-20. Tim ‘Garuda Muda’ tersingkir di babak penyisihan grup setelah kalah 1-3 dari Uzbekistan dan 0-1 dari Australia.

Timnas U-19 memang masih punya satu laga tersisa di babak grup, yaitu melawan Uni Emirat Arab pada Selasa (14/10/2014). Tapi, apapun hasil laga itu, mereka sudah dipastikan masuk kotak.

Setelah kegagalan di Myanmar, para pemain timnas U-19 masih punya peluang dan harapan untuk berprestasi di masa depan, tentunya di level usia yang lebih tinggi seperti U-23 maupun senior. Namun, untuk mencapainya, kekurangan-kekurangan yang ada sekarang harus dibenahi.

“Tim ini bagus. Setidaknya mereka pernah menunjukkan kalau mereka bisa,” komentar mantan pesepakbola nasional, Ferril Raymond Hattu, dalam wawancara dengan detikSport, Minggu (12/10/2014) malam.

“Tapi, tim ini harus diurus dengan benar. Mereka harus dibina, diarahkan, dibimbing dengan benar,” tambahnya.

Sementara itu, untuk pemain-pemain timnas U-19 sebagai individu, Ferril menyarankan Evan Dimas dan kawan-kawan untuk mencari klub yang bisa membantu mereka berkembang. Salah satu caranya adalah dengan bermain di luar Indonesia.

“Kalau mereka memang bagus, ya sudah cari klub di luar Indonesia. Apa yang dilakukan Andik Vermansah (pindah ke Liga Malaysia) sudah benar,” ujarnya.

“Cari kompetisi di luar yang kualitasnya di atas kita. Setidaknya di sana ada kepastian,” kata Ferril.

“Kompetisi di Indonesia tak bisa diharapkan. Kesejahteraan pun tak terjamin,” tutur Ferril.

Meylan Fredy Ismawan – detikSepakbola

Waktunya-Timnas-U-19-Tampil-di-Level-Senior

Waktunya-Timnas-U-19-Tampil-di-Level-Senior
Pelatih timnas Australia U-19, Paul Okon, memuji penampilan timnas Indonesia U-19 di ajang Piala Asia 2014. Menurut Okon, Evan Dimas dan kawan-kawan adalah bibit timnas senior yang bagus bagi Indonesia.

Okon menyarankan agar para pemain timnas U-19 untuk berani bermain di kompetisi senior Indonesia. Bahkan, mantan gelandang Fiorentina ini menyebut beberapa pemain pantas bermain di kompetisi tertinggi Australia, A-League.

“Indonesia akan punya tim senior yang bagus di masa depan. Tentu mereka layak (bermain di A-League). Beberapa pemain bagus, Evan (Dimas) salah satunya. Sudah saatnya mereka mereka terjun di tingkat senior,” kata Okon dalam konferensi pers yang dihadiri VIVAbola usai laga.

Pada pertandingan melawan timnas U-19, Australia berhasil mengunci tiga angka. Gol tunggal kemenangan The Young Socceroos dicetak oleh Jaushua Sotirio pada menit ke-67.

Okon pun membeberkan sebab utama kemenangan timnya atas Pasukan Garuda Jaya. “Pertandingan sangat sulit. Indonesia bermain baik dan membuat laga begitu ketat,” jelas Okon.

“Kami bermain dengan tenang dan menggunakan tenaga kami dengan bijak. Itu yang membuat kami menang,” lanjutnya.

Timnas U-19 sejauh ini masih belum mengumpulkan satu poin pun di Piala Asia. Dan mereka sudah dipastikan tersingkir. Laga melawan Uni Emirat Arab, Selasa 14 Oktober 2014, hanya akan menjadi partai penghibur bagi timnas U-19.

Satria Permana, Windi Wicaksono – Vivabola

Lumat-Persela-Semen-Padang-Puncaki-Klasemen-Grup-K

Lumat-Persela-Semen-Padang-Puncaki-Klasemen-Grup-K
Semen Padang tampil perkasa kala menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan babak 8 Besar di Stadion Agus Salim, Padang, Minggu 12 Oktober 2014. Kabau Sirah menang telak dengan skor 4-2 atas tim tamu.

Persela sebenarnya mencuri gol lebih dulu pada menit ke-24 lewat kaki Addison Alves. Pemain asing Laskar Joko Tingkir tersebut mampu memanfaatkan kesalahan bek Semen Padang, David Pagbe.

Tak mau malu di kandang, Semen Padang terus menekan demi mencetak gol penyama kedudukan. Sayang, upaya mereka tak membuahkan hasil yang maksimal.

Hingga menit ke-35, Rudi berhasil membobol gawang tim tamu. Tendangan bebas gelandang Semen Padang tersebut meluncur mulus ke gawang Choirul Huda. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di awal babak kedua, Semen Padang mampu berbalik unggul. Lagi-lagi pasukan Jafri Satra memanfaatkan bola mati. Kali ini tendangan bebas dari Muhammad Nur Iskandar yang merobek gawang Persela.

Meski sudah unggul, tuan rumah tetap mengendurkan serangannya. Beberapa kali Kabau Sirah menciptakan peluang. Namun, belum ada yang mengarah ke gawang.

Setelah beberapa kali gagal memanfaatkan peluang, tuan rumah akhirnya mampu menambah gol kemenangan. Umpan manis dari Eka Ramdhani dituntaskan dengan baik oleh Osas Saha. Pemain asal Nigeria tersebut melewati kiper dan bek Persela sebelum menceploskan bola ke gawang.

Persela mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 pada menit ke-79. Srdan Lopicic yang lolos dari pengawalan dengan mudah menundukkan Jandia Eka Putra.

Kedudukan ini tak bertahan lama. Beberapa menit berselang, Kabau Sirah kembali menjauh. Osas Saha mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan ketidaksempurnaan Choirul Huda menghalau bola.

Merasa di atas angin, Semen Padang terus menekan pertahanan tim tamu. Namun sayang, tak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 4-2 bertahan hingga akhir laga.

Dengan kemenangan ini, Semen Padang sementara duduk di posisi puncak klasemen Grup K dengan 6 poin dari 3 pertandingan. Sementara itu, Persela masih di dasar klasemen dengan 1 poin.

Susunan pemain:

Semen Padang: Jandia Eka Putra, David Ngan Pagbe, Seftia Hadi (Saepuloh Maulana 90′ +1), Ricky Ohorella, Novan Setya, Eka Ramdhani, Rudi (Jajang Paliama 81′), Hendra Adi Bayauw, Esteban Vizcarra, Nur Iskandar (Airlangga Sucipto 79′), Osas Saha

Persela Lamongan: Choirul Hadi, Roman Golian (Burhanudin Nihe 84′), Suroso, Edy Gunawan, Taufik Kasrun, Danu Rosade, Jusmadi (Catur Pamungkas 79′), Arif Ariyanto (Bijahil Chalwa 64′), Zaenal Aripin, Srdjan Lopicic, Addison Alves

Takluk-dari-Arema-Jacksen-Akui-Persipura-Kalah-di-Semua-Lini

Takluk-dari-Arema-Jacksen-Akui-Persipura-Kalah-di-Semua-Lini
Persipura harus mengakui kehebatan Arema dalam laga lanjutan 8 besar ISL di Stadion Kanjuruhan, Minggu 12 Oktober 2014. Pelatih tim Mutiara Hitam, Jacksen F. Tiago, mengakui bila timnya kalah mental dalam laga tersebut.

Arema berhasil menutup laga dengan kemenangan 3-0, 2 gol di antaranya dicetak Samsul Arif dan sisanya oleh Cristian Gonzales. Ini pun menjadi kekalahan kedua Persipura, setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Semen Padang.

“Kami kalah di semua lini, pertandingan hari ini tidak sesuai apa yang diharapkan. Arema mampu menciptakan situasi, di mana ketika kami akan berkembang, tetapi malah kemasukan dua gol,” ujar Jacksen usai pertandingan.

Mental anak-anak Persipura semakin drop saat wasit harus mengeluarkan Gerald Pankali, karena melanggar keras Juan Revi di menit 73. “Fisik kami tidak masalah, ini lebih disebabkan dengan (bermain) 10 orang saja,” tambahnya.

Pelatih asal Brasil itu menilai wasit sudah memimpin laga dengan cukup adil. Akan tetapi, dia menilai Juan Revi pun pantas diberi kartu oleh wasit karena dinilai mengulur-ulur waktu.

Kini, Persipura berada di posisi 3 klasemen Grup K dengan raihan 3 poin. Jacksen pun akan segera mengevaluasi tim asuhannya guna mempersiapkan di putaran kedua nanti dan memaksimalkan peluang yang ada untuk melaju ke babak berikutnya.

“Tidak bisa analisis hanya diambil dari pertandingan ini saja. Harus dilakukan dengan tenang dan mengambil kesimpulan tepat sasaran untuk menghadapi partai berikutnya,” tuturnya.

Muhammad Indra Nugraha, D.A. Pitaloka – Vivabola
Kabarbola.com – Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com – prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Suharno-Tak-Menyangka-Arema-Cronus-Menang-Telak

Suharno-Tak-Menyangka-Arema-Cronus-Menang-TelakPelatih Arema Cronus Suharno mengaku tidak menyangka bisa memetik kemenangan telak 3-0 atas Persipura Jayapura dalam lanjutan delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014, Minggu (12/10) malam WIB.

Suharno mengungkapkan, persiapan timnya memang tidak seperti biasanya di laga tersebut. Hal itu terkait dengan hasil akhir pertandingan ini sangat penting untuk mengamankan langkah Arema ke babak selanjutnya.

“Biasanya saat meeting sebelum main hanya sekitar 15 menit. Ternyata meeting sebelum pertandingan terjadi selama hampir 45 menit. Kami berdiskusi dengan pemain untuk melawan Persipura ini. Karena ini adalah kunci, dan bisa dikatakan final,” kata Suharno.

“Saya tahu saat mereka kehilangan poin di Semen Padang, mereka berniat mengambil poin di Arema. Selain itu, dalam diskusi tadi ada juga yang juga membawa koran yang menyatakan Persipura menjadikan laga ini biasa saja. Keadaan inilah yang memotivasi pemain untuk memenangkan pertandingan.”

“Kemenangan dengan skor telak 3-0 ini juga bisa dibilang mengejutkan, karena kami hanya memprediksi 1-0, atau 2-0. Sebab Persipura adalah tim yang sangat kuat, dan mempunyai pemain yang komplet. Namun ternyata Arema bisa menang hingga 3-0. Ini adalah hal yang sangat luar biasa.”

Suharno juga merasa puas dengan performa Arema yang dianggap mengalami peningkatan. Dengan jeda yang cukup panjang, Suharno ingin memperbaiki kekurangan tim, termasuk proses penyembuhan cedera yang diderita Samsul Arif.

“Tren Arema saat ini sedang naik. Kami mengalami peningkatan dari segi permainan. Menang melawan Semen Padang, kemudian bermain imbang melawan Persela. Tren yang meningkat itu ternyata terus dipertahankan termasuk menang melawan Persipura,” imbuh Suharno.

“Kami masih punya waktu yang lumayan lama untuk pertandingan selanjutnya. Jeda waktu itu bisa dimanfaatkan untuk proses penyembuhan cedera Samsul Arif. Semoga dia tidak mengalami masalah yang parah. Tetapi biasanya kalau pemain masih bisa berjalan, tandanya tidak parah.”

Ahsani Takwim – Goal Indonesia